Kamis, 14 Februari 2008

Ketemu band naif yang NAIF

Lagi-lagi ketemu idola nih

kali ini penulis ketemu dengan salah satu band naif yang NAIF
dari kiri Emil NAIF, Jarwo NAIF (hebat maen gitarnya), Sidik boyz, suami Mb Gita, David NAIF dan di ujung kanan penulis
Tampaknya penulis semakin hari, badannya semakin bertambah saja............(he..he...he....narzis), saingan tuh ama David NAIF atau "ketularan" gemuk dari Jeng Lemo ya
he...he...he...
terima kasih NAIF, Ms Leo dan Mb Gita atas foto nya,

Rabu, 13 Februari 2008

Chating murah dari HP dengan eBuddy


Senangnya chatingan dengan HP dengan orang terkasih, terutama yang terpisah jarak dan waktu, kayak nasib penulis yang musti ngalami pacaran jarak jauh Jakarta-Jogja
tapi semenjak dapat program kecil yang sangat bermanfaat dari seorang teman di kantor
komunikasi lewat chating di HP dengan ebuddy, kami lebih intensif berkomunikasi, lumayan ngirit biaya sms
bandingkan


kalau 1 sms = Rp 300,- s/d Rp 500,- (operator beda)
kalau tarif GPRS Rp 10/kb (operator paling mahal)
(pengalaman penulis dengan operator IM3, cahting 1 jam cuma Rp 96,-)

langsung saja klik aja http://get.ebuddy.com
(dari HP anda, sekarang juga .......dan nikmati murahnya komunikasi data yang sebenarnya)

(namun sayang penulis belum punya HP-nya ...... he he he ............adakah pembaca yang sudi menghibahkan HPnya untuk bisa chatingan)

selamat mencoba

* ponsel musti dah bisa wap, gprs dan downloadtable program java
** GPRS sudah di aktifkan dan tarif GPRS tiap operator berbeda-beda
*** anda sudah memiliki acount di yahoo, gmail, msn, aol atau my space

Senin, 04 Februari 2008

pengungsi banjir yang memprihatinkan

Minggu sore penulis coba jalan sambil cari makan ... dari kost-an udah kerasa .. ban belakang motor kayak kurang angin atau ke"griul" batu. Setelah makan iseng jalan ke Daan Mogot tempat saudara.. eh baru sampai Kedoya dah banyak terlihat bekas karung-karung penahan banjir....habis lampu merah ...eh ban motor ku bocor ..cape deh.. dah gitu tambalban-nya kayak nggak pinter gitu dan "nutuk" (culas). Ban di buka, waduh parah dop dah lepas dan mesti ganti...terpaksa ganti deh ..payahnya masak ganti ban sampai 35ribu padahal sebelumnya aku ganti ban minggu lalu cuma 25ribu... halangan selalu ada ..tapi tidak nengurungkan niat menjenguk keponakan-keponakan..
karena hari minggu-ku kayak ngak komplit kalau nggak ketemu ponakanku yang bandel2 itu. he he he karena aku sayang ama mereka.

Sampai di Perempatan Green Garden dah banyak motor di parkir....ternyata itu motor-motor yang di ungsikan karena banjir. mobil2 juga banyak....mau masuk lewat perumahan Green Garden, waduh masih banjir. Terpaksa lewat Taman kota. Jalanan yang biasa ramai dan semrawut. hanya tampak beberapa kendaraan saja. Tapi pemandangan mengerikan terlihat di sungai samping jalan Daan Mogot ......banjir, dan hampir meluap....arus sangat deras dan airnya berwarna coklat karena lumpur.
Sampai di rel KA dalam perumahan taman kota karena cukup tinggi di jadikan tempat pengungsian dengan membangun tenda atau sekedar duduk2. terlihat wajah lelah par pengungsi..sungguh sebuah pemandangan yang memprihatinkan....
penulis jadi sedih, dan sangat prihatin,
jadi pengen nangis ...hik..hik..hik)

Sabtu, 02 Februari 2008

akhirnya ngalami banjir juga di Jakarta

Akhirnya ikut merasakan juga banjir di Ibu kota. dulu waktu masih di Jogja, penulis sering menyalahkan saja warga Jakarta jika terjadi banjir. Ternyata setelah mengalaminya sendiri penulis baru mengerti keadaannya ....

Hujan sejak Kamis malam membuat Jumat pagi 1 Feb 2008, sebagian kota Jakarta terendam air...
Jalanan macet, ngak bisa kerja, nggak bisa cari warung makan (maklum anak kost) , nggak bisa nyuci, yang nyucipun nggak kering-kering....
(waduh nggak pake baju dong....porno)

Pagi menjelang siang berangkat ke kantor, harus di penuhi perjuangan (biar motor nggak mogok..) eh ternyata di belakang gedung wakil rakyat (MPR-DPR) pun udah kayak sungai dengan air berwarna coklat...nekat aja aku di terjang...

(ternyata sekitar gedung wakil rakyat kita pun kebanjiran ... bagaimana mereka bisa menolong rakyatnya yang di wakili , atau ini termasuk pemerataan biar pejabat juga ikut kebanjiran seperti yang dikatakan JK .... he he he.
Tapi kalau MPR / DPR kebanjiran proyek dan uang insentif aku kok nggak bebagian ya, dengar dengar gaji anggota DPR biasa yang bukan ketua fraksi sampai 1 milyar per tahun. Andai saja 1% saja di sumbangkan buat aku, berarti dapat berapa ya......????
Pasti tak buat ngelamar jeng lemo, biar aku bisa kawin.....hi hi hi ...enak kali ya kawin, maklum aku anak yang lugu, belum tahu rasanya orang kawin...eh menikah..kata orang 10% enak...sisanya 90% enak tenan...)

Beberapa kali harus menerjang genangan air yang lumayan tinggi...bahkan ada mobil yang terjebak macet di tengah genangan air.....waduh kasihan, bisa jebol mesinnya kena air ....
akhir nya sampai juga kekantor dengan kedinginan dan sedikit kuyup kerena hujan yang tidak juga reda...
Mampir dulu ke warung padang sebelah kantor ....kebetulan tadi juga belum sarapan... sampai di kantor, ternyata banyak cerita-cerita tentang banjir dan banyak temen kantor telat ke kantor bahkan ada yang belum sampai....
Tapi sampai di kantor ada berkat (nasi dos) dari si BOSS yang kebetulan berulang tahun di hari itu... waduh makan lagi nih ...edan perutku cukup nggak ya ....he he he (akhirnya habis juga, dasar bagor...)
Ternyata Boss sangat berbaik hati dan memaklumi anak buahnya pada terlambat...waduh senengnya punya Boss kayak gini ...
Seharian di kantor beritanya semua serba banjir, di TV, di internet, bahkan pada curhat kebanjiran.......tentunya topik ini menghangat sekalian menghangatkan badan ku yang sedikit kedinginan.....
Karena orang nomero satu di Indonesia pun ikut terjebak macet karena kebanjiran (dalam sejarah Indonesia merdeka baru kali ini aku mendengar berita "Presiden kena macet karena banjir ") kasihan benar Bapak Presiden kita ini, ditengah tekanan dari rakyat, DPR yang sok membela dan yang pasti oleh lawan2 politiknya..... eh masih saja kena banjir, tapi ini sudah jadi bagian dari bencana yang tidak dapat kita elakkan ...Sebenarnya si Boss pernah mengeluh tentang banjir di blognya supir sopan dan ini udah berkali-kali terjadi banjir terus gimana penganannya, atau .....

Apakah ada kaitanya banjir ini dengan meninggalnya mantan penguasa OrBa yang wafat seminggu yang lalu......(siapa yang tahu?)

Senin, 28 Januari 2008

selamat jalan "the smiling general"

Tokoh yang satu ini memang terlihat selalu tenang, senyum dan sesekali melambaikan tangan tanda sapaan. Pak Harto .... itulah sapan yang penulis kenal sejak kecil. Beliau tutup tahun pada hari Minggu 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB.
Penulis memang kurang setuju dengan kebijakan politik dan keamanan yang memang sangat di batasi oleh pemimpn orba (red Orde Baru). Tapi hal itu baru di sadari oleh penulis setelah mengetahui keadaan nagara dari belajar di bangku sekolah.
Dimasa kecil penulis yang besar di perkampungan yang memang sebagian besar pendukung PDI (waktu itu dekade akhir 80-an) memang lebih banyak mendengar sisi negatif beliau.

Namun di sadari atau tidak, kami generasi yang lahir di era 70an sampai pertengahan 90an ada karena adanya pembanguan dan stabilitas keamanan yang di bangun beliau. Bagaimana tidak kalau saja di waktu kami akan di lahirkan tidak ada stabilitas politik dan kemananan. Mungkin orang tua kami tidak akan pernah bertemu dan kami ada lahir di dunia. kalau tidak adanya pembangunan oleh beliau mana mungkin kami bisa sehat dan bisa bersekolah.

Jadi kalau dalam istilah Jawa
"Ngono yo ngono ning ojo ngono"
kalau di bahasakan secara eksplisit mungkin kita kurang sependapat dengan pandangan beliau tapi kita tetap harus obyektif. Tidak secara subjektif membenci secara pribadi pada beliau.

Semua harus berpandangan "Mikul duwur mendem jero" (kalimat ini yang dikatakan beliau setelah lengser)

Beliau sang Jendral Besar ini, memang sangat Jawa, karena memang berasal dari dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul sebelah barat kota Jogja di tanah Jawa. dan beristrikan bangsawan Jawa - Surakarta Siti Hartinah atau yang kita kenal Ibu Tien Suharto. dan selalu menggunakan falsafah Jawa. jadi sangat kental budaya Jawanya.